Saturday, October 10, 2015



Dedaun Itu
Dedaun itu,
Menari-nari mengikut rentak alunan bayu.
Sesegar di dini hari,
Meliuk lentuk tanpa sebarang sangsi,
Melambai-lambai menjenguk ativiti manusia.
Dedaun Itu,
Mengingatkan aku akan akar lingkar dan kusutnya,
Umpama umat manusia yg hidup dalam kekusutan,
Manusia hilang perahu hidupnya,
Bagai biduk dilanda badai,
Terdampar dan tersadai di tebing.
Dedaun itu,
Mengingatkan aku akan perjalanan hidupku,
Mengingatkan aku tentang masa silamku,
Mengingatkan aku tentang masa depanku,
Masih kelam dan berkabut,
Entah di manakah perhentiannya ?
Tak ku ketahui,
Bakal gugur menyembah bumi,
Resah gelisah aku.
Dedaun itu,
Kering setelah bugarnya,
Tandus setelah  segarnya,
Kontang setelah  tempohnya,
Layu setelah kembangnya,
Bak manusia di duniawi,
Terbang kembali kepada penciptanya,
Dedaun itu,
Cerminan kehidupan aku,
Cermin sompek dan cacat,
Menggambarkan pohon usia manusia,
Pada akhir usia bongkok manusia,
Roh tercabut dan melayang,
Ke alam yang fana,
Mati dan hidup semula,
Abadi.

No comments:

Post a Comment