Bebayang itu,
Hitam legam,
Muncul tanpa menghiraukan kala,
Di mana berpijak bayangnya nyata,
Bebayang itu,
Hilang seketika takala mentari menegak,
Membuatkan aku alpa,
Hanyut dalam godaan kemanusiaan.
Bebayang itu,
Ditugaskan Pencipta,
Menjadi pengikut yang setia,
Walau sedalam tujuh patala bumi,
Bebayang barzakh menjadi dacing penimbang,
Amalan duniawi.
Bebayany itu,
Adalah cerminan aku yang hakiki,
Meski hitam tanpa pantulan,
Setiap gerak dihisab,
Setiap langkah dihitung,
Dihimpun,
Dikumpul,
Dacing penimbang menjadi titik nokhtah,
Dacing penimbang menjadi titik pemisah,
Kehidupan abadi.
Tuesday, November 8, 2011
Subscribe to:
Comments (Atom)
